Eksperimen Ui Scaling Mahjong Wins

Eksperimen Ui Scaling Mahjong Wins

Cart 88,878 sales
RESMI
Eksperimen Ui Scaling Mahjong Wins

Eksperimen Ui Scaling Mahjong Wins

Eksperimen UI scaling pada Mahjong Wins sering terlihat sepele, padahal dampaknya bisa terasa langsung pada kenyamanan mata, kecepatan membaca simbol, sampai ritme keputusan pemain. UI scaling adalah cara mengubah ukuran elemen antarmuka—ikon, tombol, panel informasi, hingga jarak antar elemen—agar tetap enak dipakai di berbagai resolusi dan rasio layar. Dalam eksperimen ini, fokusnya bukan “membuat tampilan lebih besar”, tetapi menjaga agar informasi penting tetap terbaca tanpa membuat layar terasa sempit.

Kenapa UI Scaling Jadi Titik Kritis di Mahjong Wins

Mahjong Wins identik dengan simbol padat, detail kecil, dan kebutuhan melihat perubahan dengan cepat. Saat UI terlalu kecil, pemain mudah melewatkan indikator nilai, notifikasi, atau animasi penting. Saat UI terlalu besar, area permainan terasa “tercekik”, menyebabkan fokus pemain terpecah. Di sinilah eksperimen UI scaling bekerja: menyeimbangkan ukuran elemen agar tetap terbaca, tetapi tidak mengorbankan ruang visual utama.

Dari sisi pengalaman pengguna, skala UI juga berhubungan dengan kelelahan mata. Elemen yang terlalu rapat membuat pengguna menegang, sementara elemen yang terlalu renggang membuat pengguna melakukan lebih banyak gerakan mata. Efeknya bukan hanya estetika, tetapi bisa memengaruhi durasi sesi dan rasa nyaman.

Skema Eksperimen “Tangga Mikro” (Bukan A/B Test Biasa)

Alih-alih membagi pengguna menjadi dua kelompok A dan B, skema “Tangga Mikro” membagi perubahan UI scaling menjadi langkah-langkah kecil, misalnya 92%, 96%, 100%, 104%, dan 108%. Setiap langkah dipakai pada periode singkat, lalu dibandingkan berdasar metrik yang sama. Skema ini terasa tidak biasa karena hasilnya sering menunjukkan “zona nyaman” yang sempit: pergeseran 4% saja bisa mengubah cara orang membaca simbol atau menemukan tombol.

Dalam Mahjong Wins, “Tangga Mikro” juga memungkinkan pengujian per komponen. Contohnya, simbol game bisa tetap 100%, tetapi ukuran teks informasi dinaikkan ke 104% atau 108%. Dengan cara ini, eksperimen tidak mengubah semuanya sekaligus, sehingga sumber masalah lebih mudah dilacak.

Variabel yang Diutak-atik: Bukan Sekadar Membesarkan

Eksperimen UI scaling yang rapi biasanya memisahkan variabel, karena perubahan kecil bisa saling memengaruhi. Pertama, skala elemen utama (simbol, tile, area pusat) dijaga agar tidak mengganggu “panggung” permainan. Kedua, skala elemen kontrol (tombol, panel pengaturan, ikon) diuji agar mudah dijangkau tanpa tampak mendominasi. Ketiga, tipografi: ukuran font, ketebalan, dan kontras sering lebih menentukan keterbacaan daripada sekadar memperbesar UI.

Selain itu ada jarak antar elemen (spacing). Banyak UI gagal bukan karena ukurannya, melainkan karena jarak yang salah. Spacing yang terlalu sempit membuat antarmuka tampak ramai; terlalu longgar membuat pengguna merasa harus “mencari” informasi. Di Mahjong Wins, spacing berpengaruh besar saat panel informasi muncul bersamaan dengan animasi.

Metrik yang Dipakai: Fokus pada Perilaku, Bukan Selera

Agar eksperimen tidak jatuh ke debat selera, metrik perilaku lebih bisa diandalkan. Contohnya waktu menemukan tombol tertentu (time to locate), frekuensi salah tekan, dan jumlah pengguna yang membuka pengaturan untuk mengubah tampilan. Jika setelah scaling tertentu angka salah tekan naik, itu sinyal kuat ada masalah pada ukuran tombol atau jaraknya.

Metrik lain yang sering dilupakan adalah “kehilangan konteks”. Dalam game seperti Mahjong Wins, pengguna bisa kehilangan fokus ketika panel terlalu besar menutupi area permainan. Ini bisa diukur lewat pola jeda: apakah pengguna lebih sering berhenti sebelum melakukan tindakan berikutnya setelah sebuah panel muncul.

Temuan yang Sering Muncul Saat UI Scaling Diterapkan

Dalam banyak eksperimen, peningkatan keterbacaan paling efektif justru datang dari perbaikan teks informasi dan kontras, bukan membesarkan semua elemen. Pemain biasanya ingin simbol tetap proporsional, tetapi ingin angka, label, dan indikator lebih jelas. Menariknya, scaling yang terlalu agresif sering memunculkan efek samping: animasi terasa lebih “berat” dan pemain merasa permainan lebih lambat, padahal framerate tidak berubah. Itu terjadi karena mata menangkap lebih banyak gerakan pada elemen yang ukurannya lebih besar.

Hal lain yang sering terlihat adalah perbedaan preferensi antar perangkat. Di layar kecil, scaling kontrol perlu sedikit lebih besar agar tidak sulit disentuh. Di layar besar, kontrol yang terlalu besar justru membuat tampilan tampak kekanak-kanakan dan mengganggu estetika. Karena itu, eksperimen yang baik tidak mencari satu angka sakti, melainkan rentang optimal berdasarkan resolusi dan rasio layar.

Implementasi Aman: Scaling Adaptif per Perangkat

UI scaling yang berhasil biasanya bersifat adaptif: skala dasar mengikuti kategori perangkat, lalu komponen tertentu diberi penyesuaian kecil. Misalnya, area permainan dijaga stabil, sementara panel informasi dan tipografi mengikuti skala yang sedikit lebih tinggi. Pendekatan ini membuat Mahjong Wins tetap terasa “satu desain”, bukan dua desain berbeda yang dipaksakan.

Untuk menjaga konsistensi, pengembang sering menyiapkan token desain (misalnya ukuran font, padding, radius) yang bisa diskalakan tanpa merusak tata letak. Dengan begitu, ketika eksperimen “Tangga Mikro” menunjukkan 104% paling nyaman untuk teks, perubahan bisa diterapkan tanpa memindahkan semua elemen secara manual.